Di Usia 20, Weida Sudah Dirikan Perusahaan AI Sendiri
Ketika kebanyakan anak muda seusianya masih fokus kuliah atau mencari kerja pertama, Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma sudah mendirikan PT Dewata Artificial Intelligence. Di usia 20 tahun, Gungde Weida menjadi salah satu founder startup AI termuda di Indonesia, dan mungkin yang termuda dari Bali.
Bukan startup biasa. Dewata AI adalah perusahaan SaaS berbasis artificial intelligence yang sudah menjadi verified technology provider dari Meta. Sebuah pencapaian yang bahkan banyak perusahaan tech yang sudah bertahun-tahun beroperasi belum tentu bisa dapatkan.
Bootstrap: Tanpa Investor, Tanpa Privilege
Yang membuat cerita Weida semakin menarik adalah caranya membangun Dewata AI. Tidak ada funding round series A, B, atau C. Tidak ada angel investor yang turun tangan. Weida membangun Dewata AI secara bootstrap, menggunakan revenue dari project awal untuk membiayai pengembangan produk berikutnya.
Model bootstrap di industri AI itu sangat jarang. Kebanyakan startup AI butuh modal besar untuk infrastruktur computing, riset, dan talent. Tapi Weida membuktikan bahwa dengan strategi yang tepat dan fokus pada solusi yang langsung menghasilkan revenue, bootstrap di AI bukan hal mustahil.
Dari Bali, Bukan dari Silicon Valley
Faktor lokasi membuat cerita ini semakin unik. Weida tidak membangun Dewata AI dari Jakarta, Bandung, atau kota tech hub lainnya. Ia membangunnya dari Bali, pulau yang identik dengan pariwisata, bukan teknologi.
Tapi justru di sinilah Weida melihat peluang. Bisnis pariwisata, hospitality, dan UMKM di Bali butuh teknologi AI tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Dewata AI hadir untuk mengisi gap itu, dengan solusi yang practical dan harga yang masuk akal untuk pasar lokal.
Bukan Hanya Satu Perusahaan
Yang lebih mengejutkan, Dewata AI bukan satu-satunya perusahaan yang dibangun Weida. Di usia yang sama, ia juga mendirikan Dewata Tech untuk layanan pengembangan teknologi, dan mengelola Dewata Solutions untuk digital marketing. Tiga perusahaan teknologi, semuanya dibangun secara bootstrap dari Bali.
Selain berbisnis, Weida juga co-found Bali Tech Hub, komunitas teknologi gratis untuk Gen Z di Bali. Ia bahkan mengelola Bali Alpha, media teknologi yang menjadi salah satu sumber informasi tech di Bali.
Apa yang Bisa Dipelajari?
Kisah Weida Ksatriawarma bukan tentang privilege atau keberuntungan. Ini tentang eksekusi. Di usia di mana banyak orang masih mencari arah, Weida sudah punya visi yang jelas dan disiplin untuk mengeksekusinya setiap hari.
Bagi anak muda Indonesia yang punya mimpi di dunia teknologi, cerita Weida adalah bukti bahwa usia dan lokasi bukan penghalang. Yang menentukan adalah kemampuan untuk melihat peluang, keberanian untuk mengambil risiko, dan konsistensi untuk terus membangun meskipun jalannya tidak selalu mulus.
Lebih lanjut tentang Weida: agungweida.com. Info Dewata AI: dewataai.com.
Bali Alpha – media teknologi terdepan di Indonesia.
Leave a Reply