Tim Subak Code ITB STIKOM Bali Raih Juara 2 PROXOCORIS International Competition 2026

Subak Hijau Website

Tim Subak Code dari ITB STIKOM Bali berhasil meraih Juara 2 kategori Web Development di ajang PROXOCORIS International Competition 2026 yang diumumkan pada Kamis, 16 April 2026. Kemenangan ini diraih lewat aplikasi Subak Hijau, sebuah konsultan keberlanjutan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Ajang yang diselenggarakan oleh Universitas Klabat ini mempertemukan peserta nasional maupun internasional di bawah tema besar “Bridging Gaps: Code for Earth, Intelligence for Justice, and Sustainability for Shaping Tomorrow”.

Kompetisi Internasional yang Menjembatani Teknologi dan Keberlanjutan

PROXOCORIS International Competition 2026 adalah kompetisi teknologi berskala internasional yang digelar oleh Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat (UNKLAB) di Airmadidi, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Kompetisi ini membuka enam kategori berbeda, yaitu Business Plan, Business Case, Mobile App Development, UI/UX Design, Short Movie, dan Web Development. Tim Subak Code berkompetisi di kategori terakhir yang fokus pada pengembangan aplikasi web berbasis solusi nyata.

Tema kompetisi tahun ini menekankan tiga pilar yang saling terhubung, yaitu teknologi untuk bumi, kecerdasan untuk keadilan, serta keberlanjutan sebagai pembentuk masa depan. Peserta diwajibkan memilih satu dari enam subtema, mulai dari AI for Climate Justice and Social Resilience, Smart Inclusive and Sustainable Cities, Green Technology for All, Digital Equality and Environmental Preservation, Community Empowerment and Climate Education, hingga AI for Governance, Transparency, and Sustainable Justice.

Proses penilaian PROXOCORIS dibagi menjadi dua tahap independen yang masing-masing berbobot 100 persen. Tahap pertama adalah penilaian submission berupa proposal, repositori GitHub, dan video demo. Tahap kedua adalah sesi pitching selama 20 menit yang terdiri dari 10 menit presentasi dan 10 menit sesi tanya jawab. Pada tahap pitching, bobot terbesar ada di demonstrasi live website sebesar 30 persen, diikuti oleh presentasi dan komunikasi serta relevansi dan dampak yang masing-masing 25 persen, lalu UI/UX design sebesar 20 persen.

Subak Hijau, Konsultan Keberlanjutan Berbasis AI untuk UMKM Indonesia

Aplikasi yang diusung Tim Subak Code adalah Subak Hijau, platform web yang dapat diakses di subakhijau.app. Produk ini hadir untuk menjawab gap yang konkret di lapangan. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, Indonesia memiliki lebih dari 64 juta pelaku UMKM, namun akses terhadap panduan keberlanjutan praktis masih sangat terbatas bagi mayoritas pelaku. Layanan konsultan keberlanjutan tradisional umumnya dirancang untuk korporasi besar, bukan untuk warung kecil, rumah roti, atau usaha keluarga.

Subak Hijau memposisikan diri sebagai alternatif yang bisa diakses siapa saja. Pengguna cukup mendaftar dengan email, mengisi profil bisnis, dan aplikasi akan menghasilkan skor keberlanjutan beserta peta jalan perbaikan dalam hitungan menit. Pendekatan ini sejalan dengan subtema Green Technology for All yang menekankan inovasi ramah lingkungan yang inklusif dan memperkuat ekonomi masyarakat.

Fitur Inti yang Mengangkat Aplikasi Subak Hijau

Subak Hijau menawarkan empat fitur utama yang dirancang saling terhubung dalam satu alur pengalaman pengguna. Fitur pertama adalah AI Chat Consultant yang memungkinkan pelaku UMKM mengajukan pertanyaan seputar keberlanjutan dalam Bahasa Indonesia dan mendapat jawaban praktis dalam hitungan detik. Kekuatan fitur ini terletak pada konteks lokalnya, karena AI dilatih untuk memahami karakteristik bisnis kecil di Indonesia, bukan korporasi multinasional.

Fitur kedua adalah Sustainability Score, sebuah sistem penilaian berskala 0 sampai 100 yang dipecah menjadi lima kategori, yaitu operations, energy, waste, supply chain, dan policy. Skor ini memberikan gambaran cepat tentang posisi bisnis saat ini, sekaligus menunjukkan area mana yang paling lemah dan butuh perbaikan prioritas.

Roadmap dan Progress Tracking yang Actionable

Fitur ketiga adalah AI Roadmap Generator yang menerjemahkan skor keberlanjutan menjadi rencana aksi personal. Roadmap berisi langkah-langkah konkret disertai estimasi waktu pengerjaan, sehingga pelaku UMKM tidak hanya tahu harus memperbaiki apa, tapi juga tahu bagaimana memulainya. Fitur keempat adalah Progress Tracking yang berfungsi sebagai dashboard untuk mencatat aksi yang sudah dijalankan sekaligus melihat perubahan skor seiring waktu. Keempat fitur ini bekerja sebagai satu alur terpadu, bukan tools yang berdiri sendiri-sendiri.

Arsitektur Teknologi di Balik Subak Hijau

Dari sisi teknis, Subak Hijau dibangun dengan kombinasi teknologi modern yang banyak dipakai ekosistem startup global. Frontend menggunakan Next.js berpadu Tailwind CSS untuk antarmuka yang responsif, sedangkan backend mengandalkan Supabase yang berbasis PostgreSQL dengan implementasi Row Level Security (RLS) untuk menjaga isolasi data antar pengguna. Komponen AI-nya dibangun menggunakan Vercel AI SDK yang memungkinkan respon secara real-time.

Pilihan stack ini bukan sekadar keputusan teknis semata. Infrastruktur cloud modern memungkinkan tim kecil memulai produk tanpa perlu mengelola server sendiri, sementara skalabilitasnya tetap tinggi ketika produk mulai tumbuh. Pendekatan serverless dan managed database seperti Supabase cocok untuk tim yang ingin fokus pada produk ketimbang operasional infrastruktur, apalagi ketika bekerja dalam timeline kompetisi yang ketat seperti PROXOCORIS yang hanya memberi waktu beberapa minggu sejak pengumpulan proposal hingga sesi pitching final.

Dari sisi kepatuhan, Subak Hijau mengklaim alignment dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku di Indonesia, serta tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB yaitu SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), dan SDG 13 (Climate Action). Posisi ini memperkuat narasi bahwa produk tidak hanya berfungsi secara teknis, tapi juga selaras dengan kerangka regulasi dan standar global yang berlaku.

Filosofi Subak sebagai Landasan Nama dan Konsep

Nama Subak Hijau bukan pilihan sembarangan. Subak adalah sistem irigasi tradisional Bali yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sejak tahun 2012. Sistem ini menjadi bukti bahwa masyarakat Bali sudah lama mempraktikkan prinsip pengelolaan sumber daya secara kolektif dan berkelanjutan, jauh sebelum istilah sustainability populer di percakapan global.

Tim Subak Code memakai nama ini untuk menegaskan bahwa keberlanjutan bukan konsep asing yang diimpor dari luar. Indonesia, khususnya Bali, memiliki warisan nilai yang kuat tentang harmoni antara manusia, alam, dan teknologi. Filosofi Tri Hita Karana yang melandasi Subak berfokus pada tiga relasi harmonis, yaitu antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam. Nilai ini diterjemahkan menjadi produk digital yang membantu pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa mengabaikan dampak terhadap lingkungan.

Pendekatan semacam ini menjadi pembeda di tengah kompetisi. Banyak solusi keberlanjutan global cenderung abstrak dan terasa jauh dari pengalaman sehari-hari pelaku UMKM Indonesia. Dengan menghadirkan konteks kultural lokal, Subak Hijau berpeluang lebih mudah diterima oleh target penggunanya.

Profil Tim Subak Code dari ITB STIKOM Bali

Tim Subak Code beranggotakan tiga orang yang semuanya mahasiswa ITB STIKOM Bali. Ketua tim adalah Anak Agung Gde Weida Ksatriawarma yang aktif di ekosistem tech Bali dan dikenal membagikan perspektif tentang pengembangan produk digital berbasis konteks lokal. Weida memimpin arah produk dan strategi teknis tim. Anggota kedua adalah Arya Ngurah Intaran, dan anggota ketiga adalah Isa Rohmadan. Ketiganya bekerja sama mulai dari tahap ideation, pengembangan produk, penyusunan proposal, produksi video demo, hingga sesi pitching final di hadapan juri internasional.

Partisipasi ITB STIKOM Bali di kompetisi internasional semacam ini menambah rekam jejak kampus tersebut sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di bidang teknologi yang aktif di kancah nasional maupun internasional. ITB STIKOM Bali juga tercatat sebagai salah satu partner institusi pendidikan PROXOCORIS 2026, berdampingan dengan sejumlah kampus lain seperti BINUS University, Universitas Bumigora, STMIK Pontianak, dan beberapa kampus dari grup AMIKOM.

Dampak dan Jalur Pengembangan ke Depan

Dampak yang ditawarkan Subak Hijau cukup lugas jika melihat positioning-nya. Pertama, waktu konsultasi keberlanjutan yang biasanya memakan berminggu-minggu dipangkas menjadi sekitar 10 menit interaksi dengan platform. Kedua, akses yang sebelumnya eksklusif untuk korporasi besar kini terbuka lebar untuk pelaku UMKM di berbagai skala. Ketiga, karena berbasis web dan tidak memerlukan instalasi, adopsi bisa berjalan cepat tanpa hambatan teknis berat di sisi pengguna.

Kesimpulan

Capaian Tim Subak Code di PROXOCORIS International Competition 2026 menunjukkan dua hal penting. Pertama, ekosistem teknologi di Bali terus bertumbuh dengan talenta muda yang tidak hanya mampu secara teknis, tapi juga cerdas membaca konteks budaya dan kebutuhan pasar lokal. Kedua, kombinasi antara AI, desain produk yang berfokus pada pengguna, dan narasi berbasis nilai lokal bisa menjadi formula yang efektif di kompetisi internasional.

Capaian ini juga menjadi pengingat bahwa kompetisi teknologi bukan sekadar ajang adu kode, tapi juga adu narasi dan adu relevansi. Tim yang sekadar membangun produk bagus tanpa cerita yang kuat sulit bersaing di panggung internasional, begitu pula sebaliknya. Keseimbangan antara kemampuan teknis, pemahaman masalah, dan kemampuan komunikasi menjadi kunci di format PROXOCORIS yang membagi penilaian secara independen antara submission dan pitching. Subak Hijau kini tersedia untuk diakses publik di subakhijau.app, dan perjalanan Tim Subak Code dari ITB STIKOM Bali ini layak diikuti untuk melihat sejauh mana teknologi yang berakar pada nilai lokal bisa bergerak di kancah global!

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *